Tampilkan postingan dengan label Distro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Distro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Oktober 2009

Alasan mengapa beralih ke Linux

Rasanya hampir semua dari kita pernah terkena virus komputer. Mulai dari yang ringan sampai yang mesti diinstall ulang. Dan berapa sering? Sering sekaliii.. Tidak peduli walaupun kita telah memasang antivirus dan rajin mengupdatenya, selalu saja ada kemungkinan terkena virus. So..., mengapa menunggu? Beralihlah ke Linux. Tidak hanya itu saja....

Dari hasil survey yang penulis adakan di kantor selama +/- 8 bulan, rata2 dalam seminggu terdapat 5 komputer yang dikirim ke Pusat untuk dibersihkan dari virus. Dan 80% dari komputer tersebut mesti diinstall ulang karena OS (Operating Systemnya) telah terlanjur rusak/ngaco. Jumlah komputer ini masih ditambah lagi dengan banyaknya frekuensi personel IT yang mesti keliling ke cabang2 untuk troubleshooting karena virus. Rata2 dalam 1 hari ada 2 cabang yang mesti dikunjungi, dimana 50% kunjungan itu adalah karena virus.

Tentu ada yang berpendapat bukankah itu memang tugas bagian IT? Memang benar, tapi kalau kita analisa lebih lanjut:
  1. Kemungkinan terkena virus besar. Berdasarkan pengalaman, betapapun kita memasang antivirus dan rajin mengupdatenya, pasti ada kemungkinan terkena virus. Apalagi kalau pengguna komputernya adalah orang awam. Kena virus lagi, kena virus lagi. Dan yang parahnya, ada virus2 yang bersifat merusak data2 seperti ketikan, spreadsheet, dll. Kalau program mungkin bisa kita install ulang, tapi kalau data... wah. Apalagi kini mulai sering muncul virus2 lokal yang antivirusnya belum tentu tersedia di program antivirus2 utama. Seperti kasus virus Brontok yang akhirnya heboh sampai tersebar ke luar negeri.
  2. Terbuangnya Waktu dan Uang percuma. Menginstall ulang OSnya mungkin tidak terlalu memakan waktu, tapi yang lama adalah membackup data dan menginstall ulang program2nya dan settingan2nya, mulai dari settingan network, database, email, dll. Semua hal ini bisa memakan waktu 2-4 jam. Coba kita konversi jumlah jam ini ke dalam rupiah.. betapa juta yang terbuang percuma dalam sebulan.
  3. Terbuangnya produktivitas percuma. Personel IT menjadi mengerjakan hal2 yang kurang produktif seperti membersihkan virus, menginstall ulang, mensetting ulang, dll. Belum lagi personel pemilik komputer tersebut juga terbuang waktunya karena selama komputernya dibersihkan dari virus ia akan kesulitan di dalam mengerjakan tugas2nya.
  4. Dan.... ini salah satu yang parah: OS original yang kita gunakan mesti di AKTIVASI lewat internet/telpon. Dan... aktivasi ini hanya berlaku untuk 2x pengaktivan. Jadi kalau misalkan kita terpaksa menginstall ulang untuk ketiga kalinya... maka kita tidak akan dapat mengaktivasinya, dan akibatnya setelah 30 hari kita tidak dapat menggunakan komputer itu lagi. Kita telah menanyakan hal ini ke salah satu vendor OS tersebut di sebuah seminar, dan jawabnya adalah: mereka sendiri tidak tahu bagaimana lagi. Sampai kita disuruh bikin surat pernyataan segala ke kantor pusat mereka. Yang benar saja! Yang lemah adalah OS mereka sendiri, kok user yang disalahkan dan dikorbankan?

Duh.. rasanya jadi kesal lagi begitu mengingat hal2 di atas. Untunglah seluruh customer service kita di cabang2 telah menggunakan Linux sejak hampir setahun lalu, dan so far so good.

Berikut ini adalah point2 mengapa sebaiknya kita menggunakan Linux:

1. Bebas Virus. Memang sih sebenarnya ada virus di Linux, tapi itu jumlahnya bisa dihitung jari dan penyebarannya lebih merupakan di dalam sejarah saja. Kenyataannya adalah virus2 yang ada sekarang ini tidak aktif di Linux. Malah ada testimoni dari salah seorang customer service kami, ada flashdisk di cabang yang terkena virus, mereka semua karena sudah trauma dengan virus tidak berani membukanya di komputer masing2, padahal ada data penting yang mesti di ambil di flashdisk itu, akhirnya di buka di komputer customer service yang menggunakan Linux, dan... aman2 saja. Data bisa terambil, dan bahkan virusnya dapat dihapus. Hehehe...
Image
Sebuah email bervirus yang dibuka di Kmail. Aman!



2. Produktivitas meningkat. Memang pada awalnya user akan kesulitan menggunakan Linux, apalagi kalau sudah terbisa dengan OS yang selama ini digunakan. Tapi lama-kelamaan user akan mulai terbiasa dengan menu2 yang ada dan akan makin lancar menggunakan Linux. Apalagi setelah mengetahui bahwa rekannya yang belum menggunakan Linux selalu mengeluh dan dalam kekhawatiran akan terkena virus.
Image
Desktop Linux telah semakin fungsional dan Indah


3. Seiring dengan waktu, distro Linux semakin user friendly bahkan terhadap user awam. Linux semakin mudah digunakan dengan tetap mengutamakan security yang sesungguhnya. Menambah printer USB, network, dll semakin mudah.     

4. Ilmu Pengetahuan yang jauh meningkat. Dengan bebasnya waktu kita dari pembersihan virus, maka kita akan dapat konsentrasi di dalam mempelajari hal2 baru yang ada di dalam Linux atau pekerjaan kita, baik bagi personel IT maupun pengguna awam.

5. Harga. Rasanya kita semua sudah tahu mengenai hal ini. Intinya: mengapa membuang ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah untuk sebuah OS dan aplikasinya yang rentan terhadap virus, dll, dimana di sisi lain kita bisa menggunakan Linux sebagai alternatif ekonomis yang dalam banyak hal jauh lebih unggul? Salah satu sebab mengapa orang masih ragu menggunakan Linux adalah karena masih "dibiarkannya" penggunaan OS dan software bajakan. Kalau saja ada tindakan tegas, maka dapat dipastikan bahwa banyak dari kita akan berbondong2 migrasi ke Linux. Tapi jangan salah persepsi dan keenakan dengan kondisi ini, para vendor OS tersebut secara periodik akan "menagih" para perusahaan agar membeli lisensi produk mereka yang fantastis selangit. Karenanya, beberapa group perusahaan besar yang telah dapat melihat jauh ke depan, mereka telah setahun belakangan ini melakukan migrasi ke Linux, walaupun dilakukan secara low profile dan tidak terekspos.

Kesimpulan
So, jika kamu telah capek membuang waktu dan tenagamu dengan OS yang sekarang kamu gunakan, beralilah ke Linux! Segeralah raih kebebasan dan kemerdekaanmu di dalam berkomputer, bekerja, dan meraih Ilmu Pengetahuan yang melimpah melalui Linux.

Image
Email Client yang lengkap dan aman virus

Image
Music Player USB langsung terdetect

Image
Tombol2 aplikasi di dekstop

Image
Aplikasi Office yang lengkap

Image
File browser yang intuitive

Image
Control Center utk mengatur semua hardware kita

Image
Indikator network connection

(Sumber:Arinet.org)
Read full history - Alasan mengapa beralih ke Linux

Cara Menginstal Linux dan Dual Boot Linux


Membuat dual boot antara MS Windows dan Linux mungkin kini sudah tidak menjadi kendala bagi kita. Patokannya hanyalah sediakan partisi berbeda, install windows dahulu, dan baru kemudian Linux. Tetapi bagaimana bila kita ingin membuat dual boot (bahkan triple atau kuartet) antara misalkan MS Windows, Mandrake, dan Suse di dalam 1 harddisk yang sama? Sebenarnya hal ini tidak terlalu sulit untuk dicapai, asalkan beberapa langkah kunci diperhatikan. Marilah kita mulai.
Kita akan bekerja pada membuat partisi, memformatnya, dll maka diperlukan asumsi2 sbb:

1. Kamu telah mengetahui konsep partisi harddisk.
2. Kamu telah pernah mempartisi harddisk, baik lewat dos ataupun linux.
3. Kamu telah membackup data2 yang ada di dalam harddisk kamu, sebab ada kemungkinan terjadinya kesalahan yang bisa mengakibatkan hilangnya data2 di dalam harddisk. So, hati2,backuplah dahulu data harddiskmu.

Berikut ini adalah skema partisi di harddisk saya:
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/hda5 981M 177M 755M 19% /
/dev/hda10 7.0G 2.0G 4.7G 31% /data
/dev/hda9 12G 11G 685M 95% /home
/dev/hda1 9.9G 9.5G 333M 97% /mnt/win_c
/dev/hda2 2.0G 1.4G 638M 69% /mnt/win_d
/dev/hda7 3.9G 3.0G 725M 81% /usr
—– more —–
/dev/hda8 1.5G 701M 700M 51% /var
Seperti yang dapat kita lihat, hda1 dan hda2 saya peruntukkan untuk MS Windows. Lalu
untuk Mandrake, saya pakai partisi hda5 ( / ), hda6 (swap) tidak terlihat, hda7 (/usr), hda8
(/var), hda9 (/home), dan hda10 (/data).

Karena sebuah harddisk hanya bisa memiliki 4 buah primary partition, maka partisi 4 keatas dinamakan extended partition, atau dikenal dengan istilah logical drive di MS Windows.
Extended partition ini tidak bisa di boot langsung oleh BIOS. Lalu bagaimana dong caranya?
Untuk ini saya akan menggambarkan langkah2 yang saya ambil di dalam membuat triple
boot WindowsMdkSuse ini. Melalui gambaran ini, kamu bisa menerapkannya sendiri di
dalam harddisk kamu.

Langkah 1.
Install MS Windows, buat partisi buat dia. Dalam hal ini saya bikin 2 partisi, yang pertama memakai filesystem NTFS, dan yang kedua memakai FAT32.
Langkah 2.
Install Mandrake di bagian harddisk yang masih kosong. Buat partisi untuk dia. Dalam hal
ini saya membuat /, swap, /usr, /var, /home, dan /data. Installah boot loader Mandrake diMBR, maka dia akan otomatis membuat dual boot untuk MS Windows dan Mandrake.
Dalam hal ini saya menggunakan boot loarder LILO.
Langkah 3.
Install Suse di /data (hda10). Nah… mengapa diinstall di partisi /data? Sebab, awal mulanya saya memang tidak berencana menginstall triple boot MS WindowsMdkSuse.
Jadi sebenarnya partisi /data ini memang saya peruntukkan untuk menyimpan data2 Mandrake saya.
setelah memindahkan isi dari partisi /data tersebut (kebanyakan berupa film2 hasil
downloadan dari Bittorrent. hehe..), saya mulai memboot notebook saya menggunakan CD1 Suse92nya.
Langkah2 installasi Suse ikuti saja sesuai selera kamu, HANYA langkah2 berikut ini yang
HARUS kamu sesuaikan:
1. Di bagian partition. Pilih Expert Partitioning. Lalu klik pada partisi tempat kamu ingin
install Suse, dalam hal ini saya memilih hda10. Berikan nama mount pointnya /, lalu format dengan Ext3.
2. Di bagian bootloader, ubah Grub menjadi Lilo, dan juga ubah lokasi bootloader dari
MBR ke root partition (dalam hal ini hda10).
PERHATIAN: di kedua langkah ini jangan sampai salah pilih. Sebab kalau sampai salah,
Linux Mandrake kamu akan rusak.

Install Suse sampai selesai. Setelah itu dia akan minta reboot. Nah, di proses reboot ini kita belum bisa masuk ke Suse secara langsung. Kita masuk dahulu ke dalam Mandrake kita. Didalam Mandrake kita pastikan bahwa kita bisa melihat isi direktori /data. Di dalamnya kita bisa melihat file2 Suse yang telah kita install.
Langkah berikutnya adalah kita modifikasi /etc/lilo.conf di Mandrake. Tambahkan barisbaris berikut ini (sesuaikan dengan kondisi partisi kamu yah):

image=/data/boot/vmlinuz
label=”Suse92″
root=/dev/hda10
initrd= /data/boot/initrd
vga=788
readonly

Setelah selesai, jangan lupa jalankan command lilo ­-v.
Lihat apakah ada error. Bila tidak ada maka kamu hampir selesai.
Reboot Mandrake, dan lihat di layar Lilo, apakah ada pilihan ‘Suse92′. Pilih Suse92, maka tidak beberapa lama, komputer akan mulai memboot ke Suse. Bila iya, maka SELAMAT!
Kamu telah berhasil membuat triple boot MS Windows, Mandrake, dan Suse. Lanjutkan
proses installasi Suse tahap selanjutnya secara normal.
(Sumber:Arinet.org)
Read full history - Cara Menginstal Linux dan Dual Boot Linux

IGOS NUSANTARA: Linux Buatan Indonesia



Versi terbaru Igos (Indonesia Go Open Source) Nusantara, sistem operasi berbasis open source, akan segera diluncurkan dengan banyak kelebihan dan penyempurnaan dari versi sebelumnya (Igos 2006).

"Igos Nusantara 2008 ini lebih 'compatible' dengan sistem lain di luar format linux seperti format NTFS (new technology file system -red) yang menopang Windows Xp dan Windows Vista. Igos sebelumnya hanya bisa membaca windows 98 yang masih berbasis FAT 32," kata Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI Dr Tigor Nauli di Jakarta, Senin.

Tigor Nauli mengatakan pula Igos versi baru ini juga memudahkan penggunanya menambah berbagai device seperti hardisk eksternal dan menginstalasi berbagai software device lainnya.

Igos yang berlatar biru dengan logo bendera Merah Putih itu juga telah dirancang mulus dalam mengoperasikan berbagai peralatan multimedia seperti DVD, MP4 dan lain-lain.

Sistem "office"-nya juga memiliki lebih banyak fitur, fungsi dan yang lebih menyenangkan sudah berwarna, tak banyak bedanya dengan Microsoft-Office, tambahnya.

Selain itu, Igos buatan LIPI ini juga melengkapi kebutuhan penggunanya dengan menambah sistem file back up dan restore, sehingga untuk meng-upgrade versi lama ke versi baru tak akan ada file yang terhapus.

Dengan Igos 2008 yang tersedia gratis ini diharapkan masyarakat lebih tertarik dan menghindari penggunaan Microsoft Windows bajakan berhubung sistem operasi windows cukup mahal di pasaran. Sebenarnya Igos 2006 saja sudah memiliki cukup banyak aplikasi yang tak kalah dengan Microsoft Windows, namun diakui kurang menarik minat karena kalah populer.

Nasib yang sama juga terjadi pada perangkat lunak Open Source sejenis seperti Ubuntu dan lain-lain.
Open Source adalah aplikasi komputer berbasis kode-kode program terbuka dan dapat dipelajari dan dikembangkan sendiri oleh masyarakat pengguna secara gratis.

Spesifikasi Computer:
  • Hardisk minimal 6 Gg untuk sistem 4 Gg sisanya dan Penyimpanan Data
  • Ram minimal 256
  • Processor minimal pentium II 500
  • Lenguage / Bahasa competible Indonesia

Spesifikasi diatas sangat rendah sekali dan sangat mudah dijangkau untuk berbagai kalangan. Sudah jelas disini berarti IGOS Nusantara ditujukan untuk masyarakat umum. Mari kita cintai produk Indonesia. Sudah saatnya Indonesia bangkit dan berkreasi membangun negeri!

(Sumber:rixco.multiply.com)
Read full history - IGOS NUSANTARA: Linux Buatan Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2009

Distro Linux yg Dikenal di Indonesia

Distro
adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya :
  • RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah.
  • Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya.
  • Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
  • SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem.SuSE merupakan distribusi pertama dimanainstalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
  • Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dgn Mandrake.
  • WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi underWindows.
  • BlankOn Linux, adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia demi menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.
Berikut ini adalah contoh tampilan distro linux blankon:

(Berbagai Sumber)
Read full history - Distro Linux yg Dikenal di Indonesia

Search on this blog